PENILAIAN ORANG JAWA TERHADAP ANAK MUDA PAPUA DI JAWA.

1655897_1538767086375410_1795312944711821746_n

Anak muda Papua datang ke Jawa, mempunyai  tradisi adat isitiadat yang berbeda sehingga kami pun  beberapa hal yang harus menyesuaikan diri seperti tingkah laku, sikap, komunikasi cara hidup dan juga beradaptasi dengan lingkungan. Karena anak muda Papua  ketika berpindah dari tempat asal ke Jawa  harus menyesuaikan  diri  dengan lingkungan yang berbeda harus membiasakan diri dengan lingkungan yang ada di Jawa sehingga masyarakat setempat bisa meliat dengan cara hidup orang papua yang sebenarnya. tetapi anak muda papua yang datang merantau  di pulau Jawa. Tetapi orang Jawa berpikir bahwa orang Papua kasar, tetapi tidak semua orang Papu kasar, ada yang baik. Oleh karena itu saya sebagai orang Papua   bagaimana menghilangkan cara pemikiran mereka yang negative, saya harus menyikapi dengan masayarakat Jawa khususnya masyarakat di jakarta selatan dengan cara berkomunikasi rasa pemikiran yang negative terhadap kami bisa menghilangkan, maka mereka bisa berpkir bahwa tidak semua orang Papua kasar. Mungkin ini karena lingkungan berbeda dan  tingkah laku yang berbeda dan pula yang berbeda, sehingga setiap suku mempunyai khas yang tidak bisa di samakan oleh suku lain.

Komunikasih dengan orang Jawa  di Jakarta selatan ini.kami jujur bahwa kami dengan sikap yang keras sehingga, kami harus menyesuikan diri dengan bahasa yang bisa menerima orang Jawa.  Karena di pulau Jawa  khususnya di jakarta selatan terkenal dengan bahasa kromo  yang  halus sehingga cara kami harus menyesuaikan diri untuk cara yang halus,  mungkin cara  berkomunikasih dengan cara yang kasar ini bisa  kami secara pelan-pelan  menyesuikan diri. Dengan demikian maka Budaya atau cultur anak muda Papua yang berbeda bahkan kulit dan rambut yang berbeda, sehingga cara hidup dengan orang Jawa juga sangat berpengaruh sekalih, ketika kami  berpindah tempat dari asal  untuk  menyesuikan dengan budaya, cultur yang berbeda yang harus menyesuikan diri dengan cara mendekati warga setempat dimana kita tinggal.

Komunikasi masayarakat Jawa dengan anak muda Papua merupakan salah satu cara yang menonjol di dua suku yaitu orang Papua akan bicara dengan nada yang kasar dan orang Jawa akan bicara dengan alus  sebab orang Jawa cara komunikasi  secara halus dan pelan, karena masyakat Jawa terkenal dengan bahasa halus  dan orang  Papua cara komunikasi kasar sehingga bisa salah pahaman antara orang Jawa.  Oleh karena itu kita harus tauh lebih dahulu cara komunikasi dengan orang lain, karena kita negara Indonesia adalah negara kesatuan yang kaya akan berbagi pulau,suku,budaya,adat-istiadat,bahasa. sehingga tidak terjadi salah pahaman cara berkomunikasi. Mungkin kami dari Papua cara komunikasi kasar karena budaya yang berbeda, sifat kami dari anak Papua kalau ada yang salah tidak sesuai dengan harapan kami  maka langsung tegur terus terang pada orang yang salah. Jadi sifat kami orang yang salah langsung tegur, tetapi sifat orang Jawa akan bicara secara alus dengan sopan agar  orang lain bias tanggapi dengan baik.

Bagaimana pandangan anak muda Papua terhadap orang Jawa dan sebaliknya orang Jawa   menilai terhadap  anak- anak Papua.

Masyarakat Jawa berpandangan  terhadap anak muda Papua bahwa minum- minuman keras sebagai tradisi, sehingga masyakat Jawa berpikir orang Papua semua tau minum-minuman keras atau ber alkhool, sehingga masyarakat jawa berpandangan bawah orang Papua adalah orang-orang yang sifatnya tidak baik tetapi  saya sebagai orang Papua mengatakan bahwa bukan. Karna apa?  Jawabannya adalah budaya Orang Papua bukan yang seperti yang  masyarakat Jawa melihat atau memandang tetapi orang papua merupakan orang yang mempunnyai adat istiadat yang sama seperti di Jawa. Maka pengaru   minuman beralkhool ini pengaru budaya luar yang masuk ke Indonesia dan yang paling terpopuler adalah di Papua maka dari berbagai daerah menilai bahwa orang Papua adalaha tukang minum. tetapi dari masyarakat pribumi asli papua tidak karna itu bukan tradisi atau budaya lokal Papua tetapi karna perkembangan jaman di seluru dunia akhirnya pengaruh luar masuk ke Papua. Akhirnya orang muda Papua mau beradaptasi dengan masyarakat Jawa tetapi anak muda papua masih terbawah dengan kebiasaan yang di Papua ke Jawa, maka masyarakat di sekitar pulau jawa menilai bahwa anak papua tukang minum. Dan bagaimana cara untuk menghilangkan pemikiran yang negative terhadap orang Papua. Mungkin itu salah seorang mahasiswa tinggal di kost-kostsan yang tidak tau adat istiadat, budaya, maka dia minum mabuk dan bikin kacau  dengan masyarakat di sekitar sehingga itu menjadi pandangan utama bahwa orang Papua itu semua tau minum-minuman keras, pada hal kami ada yang tidak tau minum-minuman keras berpandangan bahwa dia tidak  punnya adat. Maka dengan pandangan orang Jawa orang jawa  kami yang tidak tau minum pun sekarang mencari kost untuk mau tinggal  sulit dapat  karena salah seorang mahasiswa yang  tinggal di kost-kostsan pun  minum mabuk akhirnya masyarakat Jawa berpikiran bahwa orang Papua semua tau minum-minuman keras sehingga kami susa dapat kost dalam waktu dekat tetapi kita bias dapat waktu yang cukup lama. Kalau ada kost yang kosong tetapi kami dari  Papua  tanya bapak atau ibu yang punya kost tetapi dia  bilang tidak ada yang kosong, karena kenakalan dari  mereka yang tau minum.

Pemuda Papua berpandangan terhadap orang Jawa, bahwa kehidupan masayarakat Jawa kehidupanya damai dan aman tetapi , di balik itu banyak hal yang jahat yang menutupi dengan cara yang baik-baik. Mungkin di depan kita baik tetapi belum tentu baik dalam hati seseorang, kami orang Papua kasar tetapi belum tentu dalam hati kasar, karena memang dengan pengaruh dengan kulit kami hitam rambut kriting maka sifat kami seperti itu, sehingga  ada sesuatu yang salah langsung kasih tau  orangya, tetapi orang Jawa tidak seperti itu diam tetapi  membahayakan seperti itu karena apa yang dia pikir kami tidak tau.

Tanggapan Anak-anak Papua terhadap Masyarakat Jakarta

Anak-anak Papua yang belajar di jakarta menilai bahwa masyarakat jakarta menceritakan hal-hal yang negatif atau hal-hal sepele orang lain tanpa memberitahu kepada orang yang bersangkutan. Contoh korban gossib, Hal-hal ini pun dialami oleh beberapa orang atau anak mahasiswa Papua, hanya karena tidak membayar uang listrik satu bulan, bapa kosnt atu ibu kostnya menceritakan kepada orang yang ada di RT itu. Anak tersebut tidak menerima kelakuan bapa kost atau ibu kostnya ialah dia menceritakan kepada orang lain tanpa menagi atau memberitahukan terlebih dahulu kepadanya.

Dengan demikian, nama baik anak tersebut tercoret, sehingga mau dan tidak dia harus memutuskan untuk menyendiri dan tidak berbaur lagi dengan orang lain. Kemudian setelah batas waktu kos-kosannya habis, dia mencari kos-kosan lain karena dia merasa malu atas perlakuan bapak kosnya atau ibu kostnya teradap dia. Orang Jawa, walaupun bukan seluruhnya, tidak menyadari bahwa gossip ini dapat menjatuhkan martabat orang lain. Hal ini yang perlu disadari oleh orang-orang yang suka gossip alias kerjaannya gossib.

Nama baik mahasiswa papua dari pandangan masyarakat jakarta sudah negatif. Mereka menilai bahwa semua anak muda Papua berbuat hal yang sama. Contohnya, mereka beranggapan bahwa seluruh anak Papua suka mabuk dan suka melakukan onar, serta melakukan hal-hal yang dipandang tidak wajar dari pandangan masyarakat setempat, kenyataannya tidak seperti yang dikirakan. Sebab anak muda papua yang study di kota jakarta mengenal dengan kata menjaga nama baik anak papua. Jadi kami sebagai anak muda papua yang mengenyam pendidikan di jakarta menyampaikan kepada masyarakat bahwa, tidak semua anak papua melakukan hal-hal negetif atau onar, hanya kalangan atau orang-orang tertentu yang melakukan hal serupa. Maka yang harus dilihat adalah apa, latar belakang ekonomi (orang tua pejabat) dan siapa yang melakukan hal tersebut.

Tujuan kami datang ke pulau Jawa untuk belajar, karena latar belakang pendidikan kami di Papua kualitas pendidikan sangat jauh berbeda dengan kualitas pendidikan di Jawa sehingga kami datang belajar  di Jawa terkenal dengan kota pelajar sehingga kami kami lebih memilih jakarta dari pada tempat lain. Dan fasilitas untuk belajar tersedia dengan baik sehingga kami bisa belajar  baik dan lulus kembali ke daerah kami masing-masing. Apa yang kami belajar yang baik  kami bisa menerapkan di daerah kami sehingga bisa maju seperti di Jawa itu harapan kami dari pemuda Papua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s